Social Icons

Facebook  Twitter  Google+ 
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Juli 2013

Sampanku, Hidupku


Pantai kenjeran merupakan salah satu tempat wisata di Surabaya. Pantai ini terletak di kecamatan Kenjeran, kota Surabaya, sekitar 9 km dari pusat kota. Nama kenjeran memang diambil dari nama wilayah setempat. Disini para pengunjung pantai dapat bersantai sambil menikmati keindahan alam dan deburan ombak. Pada hari libur Pantai ini selalu ramai pengunjung. Banyak wisatawan lokal khususnya dari Surabaya yang menghabiskan waktu liburan disini. Banyak juga wisatawan dari luar kota yang singgah untuk berwisata di Pantai Kenjeran Surabaya.
Pantai Kenjeran juga menyediakan sarana bermain anak-anak, taman yang asri dan pemandangan bebatuan yang sangat memanjakan mata. Selain itu pengunjung juga bisa menikmati makanan khas Surabaya, seperti Lontong balap, lontong kupang, sate kerang, dan sebagainya. Disini pengunjung juga akan menemui berbagai ikan segar, ikan asin, kerupuk udang, dan berbagai cindera mata khas Surabaya yang cantik hasil dari Industri rumah tangga. Dipantai ini pengunjung juga dapat melihat megahnya Jembatan Suramadu.

Jumat, 14 Desember 2012

Bersih-bersih Kota Surabaya


Sebelum turun hujan ayo bersihkan kali  !! puluhan ribu warga yang termasuk marinir , pasukan kuning, dan wali kota surabaya turut membersihkan kali surabaya. Dengan penuh semangat demi kota tercinta, warga tak gentar turun langsung ke dalam kali untuk mengambili sampah-sampah serta kotoran-kotoran yang dapat menyumbat kali agar tidak terjadi banjir. (Why News FIKOM/Elisa Loeminto)

Paru-Paru Kota Mencerminkan Dari Kebersihannya


        Surabaya kemarin (4/12), Taman kota ini nampak sepi di kala warga Surabaya sedang melakukan aktifitasnya masing-masing. Dapat kita lihat bahwa sedikit kemungkinan jika warga Surabaya melakukan aktifitas di suatu Taman kota di hari Senin sampai Jumat. Tetapi dengan di laksanakannya hari bebas polusi atau Car Free Day di Taman Bungkul maka pada hari minggu warga Surabaya dapat menikmati udara segar dengan cara berolahraga, bersepeda, dan lain-lain di sekitar Jalan Raya Darmo.

Bersih-Bersih Sungai Kalimas Sebelum Banjir


Kata pepatah “Bawalah Payung Sebelum Hujan” tetapi kali ini “Bersih-Bersihlah Sungai Sebelum Kebanjiran” demikianlah kegiatan yang di laksanakan oleh warga Surabaya khususnya kemarin (27/11) sedang melakukan kerja bakti di sungai-sungai kalimas. Terdengar dari nama sebenarnya Sungai Kalimas adalah sungai nan indah, sungai kali yang jernih seperti emas. Tetapi dengan ulah tangan-tangan manusia disekitarnya membuat kali-kali tersebut menjadi kotor dan tak terurus. Sungai-sungai Kalimas tersebut, meliputi Sungai Petekan, Sungai Jembatan Merah, Sungai Kali Semut, Sungai Peneleh, dan yang paling ujung adalah Sungai Ngagel. Kata Muslimin (37) yang merupakan warga setempat di Sungai Jembatan Merah mengatakan “Bahwa saya senang melihat kegiatan ini di selenggarakan karena untuk mengantisipasi datangnya banjir di musim hujan”.

Telaga Mangkrak, Kumuh Marak


SURABAYA – Musim kemarau yang terjadi beberapa bulan terakhir sebelum beralih ke musim hujan belakangan ini membuat telaga di Desa Sambi Sari, Kecamatan Lontar Surabaya menjadi tak terurus. Tempat tersebut biasa digunakan warga untuk memancing ikan setiap akhir pekan.
Lingkungan sekitar telaga kini mulai tampak kumuh sebab pos kecil yang biasa digunakan sebagai tempat mengilokan ikan kini mulai beralih fungsi. Pos tersebut digunakan sebagai tempat tinggal oleh pasangan suami istri yang dahulu merawat telaga tersebut. Jelas hal ini cukup mengganggu pemandangan lingkungan karena mereka memasak, menjemur baju dengan tali yang malang melintang di pohon, membakar tumpukan sampah disitu.

Di Samping BETON, Perlu Ada POHON


SURABAYA – Kebun Bibit yang terletak di Jalan Bratang Surabaya atau yang dikenal sebagai Taman Flora, berdiri sekitar tahun 1990an atas ide dari Pemerintah Kota (PemKot) Surabaya, sebagai tempat pengembangan pembibitan serta meremajakan tanaman. Disamping berfungsi sebagai hutan kota di Surabaya, taman ini juga difungsikan sebagai tempat rekreasi keluarga sekaligus wahana bermain dan belajar bagi anak-anak.
Keberadaan Taman Flora sebagai penyeimbang lingkungan hidup ternyata sempat mengalami kontroversi. PT Surya Inti Permata sempat berseteru dengan PemKot Surabaya untuk mengelola. Yudi (35), kepala pengelola Taman Flora berharap tidak ada campur tangan pihak lain yang hanya mementingkan profit, Minggu (2/12).

Tumpukan Sampah di Kota Pahlawan

Banyak permasalahan lingkungan hidup yang berada di perkotaan. Hal ini juga terjadi di kota Surabaya yang merupakan ibu kota dari Jawa Timur, permasalahan lingkungan hidup yang terjadi di kota yang mendapat julukan kota pahlawan ini salah satunya adalah masalah sampah. Banyaknya sampah yang menumpuk di berbagai wilayah di Surabaya menyebabkan beberapa masalah baru yang timbul seperti bau menyengat dan tidak sedap, banyaknya kuman penyakit, pemandangan menjadi tidak indah, serta polusi udara jika tumpukan sampah tersebut dibakar.
Tumpukan sampah yang semakin hari semakin “ menggunung “ salah satunya terjadi di pemukiman padat penduduk di daerah jalan tubanan, Surabaya barat. Pemukiman kumuh yang berada di tengah – tengah daerah elit Surabaya Barat ini merupakan pemukiman padat penduduk yang sebagian besar berprofesi sebagai pemulung, rombeng, pekerja pabrik dan ada juga yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di pemukiman puncak permai dan sekitarnya. Di tengah deretan rumah petak tersebut terdapat tumpukan sampah di tengah lahan kosong yang berada di tengah pemukiman tersebut.  Sampah – sampah tersebut dibuang masyarakat sekitar ke lahan kosong tersebut hingga menumpuk seperti “bukit” dan setelah itu akan dibakar. Hal itu terus terjadi seperti itu hingga saat ini, karena tidak ada tempat yang khusus untuk menampung sampah semacam TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang menyebabkan mereka membuang sampah di lahan tersebut. Sajirah yang merupakan salah satu penduduk di daerah tersebut menuturkan “ saya sudah sekitar lima tahun tinggal ngekos di sini, dan sejak pertama kali kesini sudah ada tumpukan sampah di depan (lahan kosong.red) baunya sangat menyengat karena sampah di sini kan sampah rumah tangga penduduk sini”

Hamparan Hijau di Bungkul


Pada Minggu (25/11) kawasan taman Bungkul menjadi sangat ramai di pagi hari. Karena setiap hari minggu dari pukul 06.00 – 09.30 WIB jalan darmo ditutup bagi kendaraan bermotor  yang dinamakan car free day. Bermula dari ide untuk menjadikan Surabaya bebas dari polusi udara, sejak tahun 2007 lalu oleh PemKot Surabaya mengadakan car free day setiap minggunya. Tujuan awal Car Free Day ingin memanjakan warga kota Surabaya agar memiliki tempat untuk melepas lelah dari padatnya aktivitas kerja selama seminggu. Selain itu, Pemkot menaruh perhatian pula pada pelestarian lingkungan hidup di kota Surabaya dengan menanam banyak pohon dan juga tanaman di berbagai kawasan di Surabaya serta merawat taman – taman kota.

Selasa, 11 Desember 2012

Rumah Kompos, Strategi Pengelolaan Sampah Berwawasan Lingkungan


        Masalah sampah diperkotaan memang merupakan problema yang sulit, apalagi di kota-kota besar salah satunya Surabaya. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Setiap harinya Surabaya menghasilkan sampah-sampah dalam jumlah yang besar pula. Karena itulah pada tahun 1996, UDPK (Usaha Daur Ulang dan Produksi) Kompos Bratang dibangun. Dikenal dengan Rumah Kompos (Composting House), pengolahan kompos ini tepatnya berada di belakang Kebun Bibit Bratang Surabaya. Pengawasan dan pengelolaan Rumah Kompos Bratang ini berada dibawah Sarana dan Prasarana Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya.
            Rumah Kompos Bratang ini dapat menampung sebanyak 20 meter kubik sampah per hari. Sampah-sampah yang masuk dan diolah di Rumah Kompos hanya sampah organik. Sampah-sampah ini berasal dari perantingan pohon-pohon yang rindang, penyapuan jalan, perusahaan yang menghasilkan sampah organik, sampah pasar, sampah dapur, dan sampah rumah tangga.

Berwisata Mangrove di Pantai Utara Surabaya


         Belum banyak warga Surabaya yang tahu bahwa di kawasan Pantai Timur Surabaya tepatnya di daerah Rungkut Wonorejo saat ini sedang dikembangkan wisata lingkungan Mangrove. Selain sebagai tempat wisata, tempat wisata ini juga memanfaatkan bendungan atau waduk  sebagai pintu air untuk menanggulangi banjir.
            Ekowisata Mangrove menyediakan pengalaman berwisata air sekaligus lingkungan yang berbeda. Di tempat ini pengunjung dapat mengelilingi tempat konservasi lingkungan Mangrove dengan naik perahu dari dermaga sampai ke muara. Bagi pengunjung yang tak ingin naik perahu, ada alternatif lain untuk mengelilingi hutan Mangrove yakni dengan berjalan kaki di atas jembatan kayu di sepanjang pantai. Selain menikmati wisata Mangrove, pengunjung juga dapat menikmati wisata memancing ikan di atas bilik-bilik bambu yang sudah disediakan.

Rabu, 21 November 2012

"Berita Cuaca"


         Senjata makan tuan, ungkapan inilah yang rasanya paling tepat menggambarkan keadaan bumi dan isinya saat ini, tentu saja kita manusia tuannya. Hampir semua bidang kehidupan yang telah tersentuh teknologi sepertinya justru menjadi bumerang. Dampak teknologi yang paling terasa kini adalah pemanasan global atau global warming. Penggunaaan teknologi yang awalnya dimaksudkan untuk memudahkan pekerjaan manusia kini malah menjerumuskan manusia kedalam jurang kebingungan bahkan ancaman kepunahan di masa datang. Efek pemanasan global akibat penggunaan teknologi yang tidak terkontrol semakin hari semakin tak bisa ditutupi. Perubahan cuaca yang sangat ekstrim hingga gangguan yang kebih serius misalnya musim bercocok tanam yang tidak menentu merupakan bukti nyata ancaman pemanasan global. Maraknya pembicaraan tentang issue pemanasan global membuat berbagai upaya gencar dilakukan. Hari-hari ini sebenarnya kita dibuat sibuk oleh ulah yang kita ciptakan sendiri.