Social Icons

Facebook  Twitter  Google+ 
Tampilkan postingan dengan label Jurnalisme Investigasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jurnalisme Investigasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Desember 2012

Asa di Bawah Bias Lampu Jalanan


Langit Kota Pahlawan senja itu tampak mendung, namun masih terlihat sinar senja menerobos diantara gedung bertingkat yang menjulang tinggi. Nampak segerombol anak dengan tangan kecil mereka menghitung rupiah sembari tersenyum pertanda asa dibawah pojok lampu merah hari itu tidak sia-sia.
Tepatnya awal Desember disalah satu jalanan protokol di Dukuh Kupang, beberapa anak jalanan dengan setumpuk koran dipangkuan tengah bersantai sejenak menikmati pemandangan yang berhias asap hitam kendaraan bermotor. Tidak jauh dari situ, ada pula sebagian dari mereka yang berbekal alat pengais sampah bekas dan kantong plastik besar melaju diantara debu jalanan. Ada pula yang mengamen berharap mendapat sedikit receh dari kendaraan yang berhenti di lampu merah. Usia mereka semua terbilang masih belia kira-kira usia sekolah dasar hingga menengah.

Nasib Pemulung Surabaya


         SURABAYA– Terik matahari mulai memancarkan cahayanya di pagi hari, seorang ibu paruh baya pun mulai menarik gerobak kecil nya. Dengan penuh semangat, ibu itu bekerja dengan suaminya.
            Hembusan angin mulai berhembus, waktu pun berjalan, seorang wanita paruh baya mulai menjalani kehidupannya dengan mengais sampah. Mak ya yang biasa di sapa ini mulai mencari barang – barang dari tempat sampah warga, mengangkat nya dan membuangnya ke tempat pembuangan akhir.
            Mak Ya (63) hidup bersama sang suami Pak Min (57) dan juga sang ibunda (85). Ibu dari 3 anak ini bekerja sebagai pemulung dari pagi hingga sore hari. Dengan di temani oleh sang suami, Mak Ya menjadi begitu semangat dalam menjalani kehidupannya.

Kesenian Ludruk di Jawa Timur Kian Tergusur Zaman


Masing-masing daerah memiliki kesenian dengan ciri khasnya sendiri. Di Jawa Tengah terkenal dengan kesenian tembang jawa atau sinden, Jawa Barat dikenal dengan kesenian tari Jaipong, dan Jawa Timur memiliki budaya kesenian salah satunya adalah ludruk yang mulai ditinggalkan. Kesenian ludruk merupakan kesenian yang paling akrab dengan masyarakat dan banyak digemari para orang tua. Berbeda dengan kesenian yang lain di Jawa Timur, Ludruk lebih menceritakan tentang kehidupan sehari-hari rakyat jelata. Di setiap penampilannya ludruk seringkali diwarnai dengan humor, cerita perjuangan dan kritik tentang keadaan sosial yang sedang terjadi di masyarakat pada saat itu. Di dalam ceritanya selalu terdapat pesan moral yang ingin disampaikan oleh para seniman pada masyarakat melalui jalan ceritanya. Beberapa judul cerita yang biasa dimainkan pada pagelaran ludruk diantaranya “Cincin Berdarah” , ” Maut di Ujung Keris” dan puluhan judul lainnya.