Social Icons

Facebook  Twitter  Google+ 
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 November 2015

Mie Rampok : Sennsasi Makan di Bui


Wisata kuliner yang satu ini cukup membuat orang penasaran untuk datang dan mencoba. Nama yang sangat unik didengar “Mie Rampok” yang terletak di Jalan Merr Kalijudan Surabaya. Bukan hanya nama yang unik, tetapi antrian panjang cukup menarik perhatian orang yang melewati jalan tersebut.
Tata ruang dan cara memesan makan sangat persis ketika berada di dalam tahanan. Peralatan makan dan minum pun dibentuk sama persis yang digunakan oleh tahanan. Seragam yang dipakai karyawan Mie Rampok identik dengan pakaian layaknya seorang tahanan. Meski serba tahanan, tempat kuliner ini tidak lupa memberikan fasilitas full music untuk membuat suasana lebih nyaman.
Wisata kuliner ini mulai beroperasi dari pukul 17.00 – habis. Nama menu yang disajikan cukup kreatif, ada Mie Rampok Hukuman Mati (100 cabai), Mie Rampok hukuman Cambuk (55 cabai), Mie Rampok Tahanan Rumah (35 cabai), Mie Rampok Masa Percobaan (15 cabai), dan Mie Rampok Salah Tangkap (5 cabai). Aneka gorengan dan steam juga disediakan untuk melengkapi Mie Rampok hanya dengan harga Rp. 3000 per biji.
       Tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk mendapatkan satu porsi mie, cukup dengan Rp. 8000 kita bisa menikmati mie rampok yang diinginkan. Tidak heran apabila banyak orang dari berbagai kalangan yang rela mengantri untuk mencoba makanan ini dengan harga yang sangat murah.
       “Mie Rampok” merupakan wisata kuliner yang tercetus akibat maraknya kasus kejahatan yang meresahkan masyarakat. Harapannya, dengan adanya wisata kuliner ini dapat membuat masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap lingkungan.

       Mau sensasi makan di penjara? Yuk buruan datang dan rasakan sensasinya.

Makan Mewah dan Kenyang di Brother Union



Brother Union Eatery adalah sebuah tempat makan yang terletak di tengah kota Surabaya, tepatnya di Jalan Polisi Istimewa no.1 Surabaya. Mulai berdiri pada Juni 2015, tempat makan ini berada di sebelah SMAK St. Louis 1 dan berada tepat di atas Holland Bakery. Tempatnya sangat nyaman, dekorasinya juga tertata dengan rapi dan menarik, serta cahaya dalam ruangan tersebut juga sangat cukup. Andrian Saputra, owner dari Brother Union Eatery mengatakan bahwa ia dan kedua kakak laki-lakinya yang bersama-sama mendirikan tempat makan ini. Ide tata ruang dan konsep tempat makan ini dipikirkan langsung oleh Andrian dan kedua kakaknya. Menu yang disajikanpun diproduksi langsung oleh chef internal sendiri dan berbeda dari tempat makan lainnya.

Senin, 22 Juli 2013

Santai Tapi Menghasilkan


Surabaya (21/7) – Di tengah keramaian pengunjung Taman Bungkul Surabaya saat jam makan siang kantor, terlihat dua orang wanita berpakaian santai menggunakan celana pendek, kaos dan sandal sedang melayani para pengunjung warung mereka. Terlihat mereka melayani para pengunjung warung dengan sangat ramah, senyum pun terlihat di wajah mereka.
Kedua wanita tersebut bernama Hasanah dan Aini. Meraka ternyata bukanlah pemilik dari warung tersebut. Hasanah dan Aini hanya berkerja di warung tersebut. Warung itu bernama warung Mbak Poer. “Kita (Hasanah dan Aini) cuma pegawai disini. Warung ini milik Mbak Poer. Kayak nama warung ini,” kata Hasanah. Meskipun hanya karyawan tetapi Hasanah dan Aini terlihat sangat bersemangat dalam menjual makanan yang ada di warung.

Food Festival, Festival Makanannya Pakuwon City

Lapar? Malas masuk ke mall untuk cari makan? FoodFest jawabannya. FoodFest kependekan dari Food Festival. Outdoor food court ini terletak di Pakuwon City, jalan Kejawan Putih Tambak, daerah timur Surabaya. Letak FoodFest tidak jauh dari kampus baru Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Kurang lebih memakan waktu lima menit. FoodFest buka setiap hari mulai pukul 17.00 WIB hingga 24.00 WIB. Semakin malam semakin ramai food court ini.
FoodFest menyidiakan berbagai macam pilihan rumah makan & makanan dengan harga yang terjangkau. Mulai dari masakan khas Surabaya hingga Chines Food. Selain menyediakan pilihan makanan yang maknyus, FoodFest juga menyediakan stan-stan jajanan yang tidak kalah maknyusnya.
Yang tidak kalah serunya di Food Festival ini sering didakan festival-festival makanan. Contohnya saja Festival Duren Durian dan yang baru-baru ini Festival Sate. Food Festival ini sangat cocok untuk tempat hang out bersama keluarga atau bersama teman-teman. Bagi yang membawa anak-anak tidak perlu khawatir. Food Festival juga menyediakan hiburan dan permainan untuk anak-anak kecil.

Lontong Kupang, Jajanan Khas Surabaya


MENGGODA: Sajian lontong kupang disalah satu warung sekitar Kenpark
       Pagi itu meja dan kursi disalah satu sudut warung makan sekitar wisata Kenpark sudah terjejer rapi dengan beberapa menu makanan yang sudah siap disajikan. Warung itu tak lain adalah milik ibu Murtiningsih (43) -sapaanya-Ningsis yang sudah lama membuka usahanya sejak tahun 1993. Biasanya warung milik Ningsih itu buka 24 jam. “Iya saya sering buka 24 jam disini”, tuturnya.
       Didalam warung itu ia tinggal bersama keluarganya sehingga ia jarang untuk pulang kerumah walaupun jarak rumahnya dekat dengan daerah wisata.Tidak jauh beda dengan warung lain, Ningsih juga menyajikan menu andalannya yaitu Lontong Kupang. Ia mengatakan bahwa kuliner yang menjadi andalannya tetap digemari oleh banyak masyarakat. “Biasanya yang banyak itu dari kalangan orang cina”, imbuhnya.
       Tidak sedikit pelanggan dari kalangan cina itu mampir untuk menyantap hidangan spesial yang dibuat olehnya. Ia menceritakan banyak orang cina yang datang setelah mereka selesai melaksanakan ibadat di klenteng yang ada di dekat warung miliknya. “Apalagi kalau hari minggu, pasti lebih banyak yang kesini”, aku ibu dua anak tersebut.

Wirawiri WM

Yummy nya Festival Sate

Biasanya setelah keliling berwisata yang ada di kota pahlawan ini, tentu saja para wisatawan dan kawan-kawan akan mencari tongkrongan makan apa yang asyik untuk mengisi perut. Heemmm… Bicara soal makanan tentu saja tidak akan pernah ada habisnya, wisata kuliner menjadi sesuatu yang wajib ketika kita berwisata. Apalagi jika tempat makan tersebut menawarkan kelebihan berupa tempat makan sekaligus tempat wisata di Surabaya. Tentu para wisatawan akan semakin tertarik untuk mengunjungi tempat tersebut.
Salah obyek wisata kuliner yang selalu menjadi tongkrongan favorit masyarakat Surabaya adalah Pakuwon food Festival atau sering disebut FF. Tempat yang komplit, tidak hanya menawarkan tempat makan. Tapi juga sebagai obyek wisata sekaligus. FF tidak hanya menawarkan deretan tempat makan di luar ruangan dengan tempat bermain seadanya saja, tapi juga menyediakan wahana yang akan membuat wisatawan puas saat mengunjunginya.
Oleh karena itulah tempat ini dijadikan salah satu obyek wisata yang direkomendasikan di kota Surabaya.
Kawasan yang terletak di pinggir kota Surabaya, dan diantara kawasan perumahan mewah, tempat makan ini memberikan pengalaman menarik wisata kuliner. Selain itu banyak sekali wahana yang ditawarkan Wahana, antara lain bumper car, becak mini, naik kuda dan juga sepeda tandem yang dikhusukan untuk anak serta untuk orang dewasa. Selain itu ada juga tempat trampoline dan juga komidi putar. Dan ada juga sajian live music yang sering disajikan membuat acara makan bersama keluarga dan teman semakin nyaman.
Tidak hanya itu di FF juga sering diadakan event-event yang seru, seperti salah satu contohnya adalah “Festival Sate”. Event yang diadakan sejak tanggal 6 Juli sampai 26 Juli ini menyediakan berbagai macam makanan yang berupa sate. Banyak sekali jajanan yang disediakan disana antara lain sate ular, sate sosis dengan ukuran jumbo, sate lilit, dan masih banyak lagi macam-macam sate. Tidak hanya sekedar

menjajakan makanan saja, namun di event ini juga diadakan lomba-lomba seru salah satunya adalah lomba foto festival sate.
Food Festival Pakuwon City bekerjasama dengan Kominitas Matanesia menyelenggarakan lomba foto dalam rangkaian Festival Sate 2013. Dan lomba ini terbuka untuk umum & foto yang dilombakan meliputi seluruh aktifitas dalam Festival Sate yang berlangsung mulai tanggal 5 – 23 Juli 2013, pukul 18.00 – 22.00 WIB. (Ivi A/ fikomUKWMS / #warawiriwm)

Berita terkait :

WIRAWIRIWM

Wisata ya ke kenjeran....


Surabaya (14/7) -  Pantai kenjeran Surabaya merupakan salah satu tempat wisata yang nge-Hits untuk di datangi oleh wisatawan Surabaya maupun Surabaya. Berbagai macam hiburan yang di sediakan mulai playground, wisata kuliner seperti sate kerang, lontong kupang, degan ijo, ada pula wisata air dengan perahu keliling pantai.

Biasanya para wisatawan sering berkunjung setiap weekend. Sabtu – minggu paling ramai. “ banyak anak-anak bermain air di tepi pantai kalo hari minggu gini” jelas pedagang lontong kupang pinggir pantai.

Wisata pantai kenjeran memang cocok untuk semua kalangan dan usia. Rugi bila tidak menikmati wisata air dengan perahu ke pulau pasir. Cukup Rp.5000 per orang wisatawan bisa menyebrang ke pulau pasir dan menimakti indahnya pantai kenjeran dan lebih lagi wisatawan bisa menuju klenteng kenjeran dengan jalur laut dengan menambah Rp.5000 lagi per orang.(Stevani/FikomUKWMS/#wirawiriwm)

Jumat, 14 Desember 2012

Cerahnya Warna-Warni Cake

Cake favorit remaja saat ini. (FOTO: Why News FIKOM/Shiella)

Cake warna-warni yang membuat enak dipandang  mata atau yang biasa disebut rainbow cake ini mulai booming pada tahun 2012. Rainbow cake adalah cake favorit remaja umunya saat ini.
Cake dengan warna pelangi seperti merah,jingga,kuning,hijau,biru dan ungu ini dapat dijumpai di toko-toko kue baik dari yang mahal sampai termurah sekalipun. Salah satunya di took kue Holland. Di Holland dapat dijumpai 3 variasi ukuran, mulai yang kecil, tanggung sampai besar.
Rainbow cake dengan warna-warna cerah ini cocok disajikan saat acara ulang tahun ataupun hari-hari special lainnya.
(why News FIKOM/Annete)

Kamis, 13 Desember 2012

Surabaya Punya Bakpao Hongkong

Bakpao lembut dengan berbagai varian isi.
(FOTO: Why News FIKOM/Shiella)

Bulat, putih dan berisi, tentu semua orang tahu makanan apa itu. Yup, Bakpao! Bakpao yang terkenal di Surabaya adalah bakpao Hongkong yang berlokasi di kawasan Ruko Center Point Jalan Kenjeran Surabaya.
Ada berbagai varian isi, antara lain bakapo isi casio, babi kecap, babi kukus, ayam jamur, ikan tuna, keju susu, kacang hitam, kacang putih, kacang tanah, coklat dan pandan yang dibandrol dengan harga antara Rp. 5.500 – 6.500. Namun ada juga bakpao istimewa yang berisi babi, telur asin dan ayam, tentu saja harganya tidak sama seperti bakpao yang lainnya. Bakpao istimewa ini dapat dibeli dengan merogoh kocek sebesar Rp. 12.500.
Isi paling favorit untuk dibeli masyarakat adalah bakpao isi kacang hitam dan babi.
(why News FIKOM/Annete)

Bu Rudy, Ibunya masakan di Surabaya

Nasi Campur dengan sambal yang menggoda. 
(FOTO: Why News FIKOM/Shiella)

Ke Surabaya belum lengkap rasanya jika anda tidak menjajakan lidah anda pada masakan Bu Rudy, terutama sambal dan udang keringnya yang khas.
Sambal yang pedasnya nendang banget ini membuat masyarakat Surabaya maupun dari luar kota selalu ketagihan untuk mencicipi nikmatnya berbagai menu yang disediakan.
Menu yang paling sering dipesan untuk berbagai acara ini adalah nasi udang dengan lauk udang goreng renyah, kremesan sisa menggoreng udang, dan sambal.
Nasi campur dengan isi mie, daging, manisa, oseng-oseng tahu tempe, telur dan serundeng ini dapat kita beli dengan harga Rp. 16.000.
Siapa pun dapat menikmati masakan Bu Rudy baik dengan isi kantong pas-pasan atau berlebih
(why News FIKOM/Libriana)

Jajanan Khas Solo Bisa Dinikmati di Surabaya

Jajanan dari Jawa Tengah hijrah ke Surabaya. 
(Foto: Why News FIKOM/Shiella)

Serabi merupakan jajanan khas dari Kota Solo. Rasa serabi yang asin, manis, dan gurihnya santan membuat jajanan ini menjadi nikmat untuk disantap saat panas.
Serabi Notosuman adalah yang paling terkenal di Solo. Untuk membelinya, tidak jarang anda perlu mengisi daftar antrian. Terkadang, anda perlu menunggu hampir 1 jam untuk memperoleh serabi ini.
Bagi penggemar jajanan ini, terutama orang Solo yang tinggal di Surabaya dan sedang kangen dengan rasa serabi ini, anda tidak perlu jauh-jauh ke Jawa Tengah. Sekarang di Surabaya sudah ada serabi Notosuman cabang dari Solo.
Nah, bila ingin melepas rindu dengan kampung halaman, anda bisa langsung ke daerah Gembong.
(Why News FIKOM/Libriana)

Senin, 10 Desember 2012

Mau Makan Wajib Misuh Dulu


Nasi Goreng Jancuk digandrungi oleh penikmat makanan dengan citarasa
pedas.
(Foto: Why News FIKOM/Christine)
Siapa yang tak kenal dengan bahasa khas arek Suroboyo? Jancuk. Boleh dibilang kata ini termasuk dalam salah satu kata-kata kotor, tapi banyak juga yang beranggapan bahwa kata ini merupakan identitas wong Suroboyo.
Jancuk banyak digunakan oleh arek Suroboyo untuk menunjukkan keakraban sampai dengan mengekspresikan berbagai perasaan, salah satunya saat marah (dengan cara misuh/memaki).
Namun, di Surabaya Plaza Hotel, kata jancuk malah menjadi nama sebuah makanan, yaitu Nasi Goreng Jancuk.
Nasi goreng ini dinamai jancuk karena rasanya yang pedas sekali, sehingga orang yang memakannya akan misuh “jancuk, cek pedes’e (pedas sekali).”
Karena nama dan rasa pedasnya, nasi goreng ini menjadi populer di kota Surabaya. Sehingga menjadi kewajiban bagi siapapun yang mampir ke Surabaya untuk makan nasi goring ini.
Jangan lupa, bilang jancuk dulu kalau mau makan nasi goreng ini.
(Why News FIKOM/Christine)

Warung Pecel Ternama di Surabaya, Warisan Turun Temurun

Resep turun temurun membuat Pecel 
Pendegiling tetap eksis sampai saat ini. 
(Foto: Why News FIKOM/Christine)

Pecel Bu Djoyo yang terkenal dengan nama Pecel Pandegiling merupakan salah satu makanan lezat khas Surabaya. Pecel ini telah berdiri sejak tahun 1985 oleh mendiang Ibu Djoyo. Pecel ini terkenal dengan nama Pecel Pandegiling karena letak warung yang berada di Jalan Pandegiling.
Rasa khas dari pecel ini adalah rasa pedas pada bumbu kacangnya. Selain itu, pecel ini juga menyediakan dua jenis bumbu, yaitu bumbu cair dan kering. Daging empal yang menyertai pecel ini menambah nikmat rasa pecel.
Saat ini, warung pecel ini dikelola oleh buyut dari mendiang Bu Djoyo. Beliau berkata bahwa resep dari bumbu pecel ini merupakan kunci larisnya Pecel Pandegiling. Resep turun menurun ini selalu dijaga kerahasiaannya, oleh karena itu warung pecelnya tidak buka cabang.
Pecel ini merupakan salah satu makanan yang cukup melegenda di Surabaya, oleh karena itu keturunan dari Bu Djoyo bertekad untuk terus membuka warung pecel ini apapun yang terjadi.
Jadi, bila anda datang ke Surabaya dan ingin mencoba hidangan yang cukup bersejarah di Surabaya, anda bisa datang ke Jalan Pandegiling dari pukul 6 sampai 9 pagi. Pecel Bu Djoyo siap membantu anda merasakan pecel terenak di Surabaya pada era 80-an.
(Why News FIKOM/Christine)

Memanjakan Lidah Dengan Mie yang Lembut Dimulut

Resep keluarga turun-temurun menjadi kunci sukses membuat
mie lembut dan enak.

(Foto: Why News FIKOM/DanPer)
Banyak pengunjung dari rumah makan ini keluar dengan tersenyum puas. Saat ditanya, rata-rata dari mereka berkata enak. Ternyata pernyataan mereka tidak salah juga.
Mie Tidar, terkenal dengan karakter dari mienya. Mie ini begitu lembut, tipis, namun kenyal. Benar-benar memanjakan lidah bagi penikmat mie.
Mie ayam dari rumah makan ini menjadi menu andalan. Banyak pengunjung yang datang selalu mengatakan bahwa mie ayam di rumah makan ini merupakan mie paling enak di Surabaya. Aswin (28) salah satu pengunjung yang sependapat dengan kata orang banyak mengenai Mie Tidar. “Rasanya mantap, gak perlu tambah bumbu lain lagi. Mienya enak, tipis tapi kenyal,” tutur Aswin seraya meninggalkan uang tips untuk pelayan rumah makan.
Pemilik rumah makan ini mengklain bahwa dalam sehari, ia bisa menghabiskan tepung terigu sebanyak 60 kg sebagai bahan baku mienya. Buka sejak jam 10 pagi hingga jam 1 dini hari, rumah makan ini hampir selalu habis.
Saat ditanya rahasia dari mienya, beliau hanya berkata bahwa itu resep keluarga. “Sudah turun temurun,” ucapnya.
(Why News FIKOM/Dani)

Camilan Dengan Nama Mata Uang

Camilan manis, gurih, dan renyah berbentuk uang sen dollar. 
(Foto: Why News FIKOM/DanPer
Kue dollar, dari namanya sudah membuat kita penasaran bukan? Mengapa kue ini diberi nama kue dollar? Ternyata, karena bentuknya yang pipih dan bundar mirip seperti uang sen, maka kue ini disebut dengan kue dollar.
Lalu, bagaimana dengan rasanya? Menurut Rury (19), salah seorang penggemar kue dollar, kue ini menjadi camilan favoritnya dikarenakan rasanya yang manis, gurih, dan renyah.
Selain rasa, kue ini juga dinilainya cukup ringan untuk dijadikan camilan. “Tidak menaikkan berat badan saya, walaupun saya suka nyemil ini kue,” ungkap Rury.
Nah, bagi sobat sekalian yang suka nyamil, tapi takut gemuk, kue dollar bisa jadi solusi bagi sobat sekalian. Camilan ini bisa diperoleh apabila sobat berkunjung di ITC Surabaya. Cukup dengan mengeluarkan Rp 30.000, sobat bisa menikmati kue dengan beberapa varian rasa ini. Ada rasa coklat, vanilla, wijen, dan pisang. Tinggal pilih rasa yang sobat suka, beli, dan bawa pulang.
(Why News FIKOM/Dani)

Lontong Balap Makanan Khas Surabaya

Makanan khas Surabaya yang wajib dicoba saat di Surabaya. 
(Foto: Why News FIKOM/ DanPer)

Kalau anda penggemar Suroboyo Grammer di Youtube, maka anda pasti tidak asing dengan cerita mengenai Suro dan Boyo yang mengulas mengenai salah satu makanan khas Surabaya, yaitu lontong balap.
Nah, kali ini akan diulas mengenai apa itu lontong balap dan dimana lontong balap yang juara di Surabaya.
Lontong balap merupakan salah satu makanan khas Surabaya. Lontong, tahu, kecambah, mie, dan lento/perkedel disiram dengan kuah yang dicampur dengan petis. Umumnya, petis yang digunakan merupakan olahan dari udang da memiliki cita rasa pedas.
Sejarahnya, makanan ini diberi nama lontong balap, karena dahulu penjual makanan ini berkeliling kampong dengan membawa pikulan. Pikulan yang dibawanya berisi semua bahan dari lontong balap ini yang tentunya berat. Agar tidak terasa berat, maka penjualnya berjalan cepat (setengah berlari) seperti sedang lomba lari (balapan). Maka, masyarakat sekitar menyebutnya dengan lontong balap.
Di Surabaya, ada 2 tempat terkenal yang menjual lontong balap dengan rasa enak. Satu di Jalan Rajawali dan satunya di sebelah gedung olah raga Garuda. Kedua lontong balap ini adalah yang juara di Surabaya. Mana yang lebih enak, tergantung dari selera anda.
Jangan bilang ke Surabaya, bila belum mencoba makanan khas Surabaya ini.
(Why News FIKOM/Shiella)

Tahu Favorit Atumers


Tahu & Ronde Kitty jajanan khas di Pasar Atum Tahap II lantai II yang wajib dicoba bila berkunjung ke Surabaya. (Foto: Why News FIKOM/DanPer)
Nah, bagi masyarakat sekalian yang berkunjung ke Surabaya, sepertinya kurang lengkap bila tidak mengunjungi jajanan yang satu ini. Tahu goreng Kitty merupakan tahu favorit dari para pengunjung setia Pasar Atum (atumers).
Tahu yang dikenal gurih dan nikmat ini ternyata diproses sendiri secara tradisional oleh penjualnya, lho. Mulai dari mengolah kedelai mentah sampai menjadi tahu, semua dilakukan secara tradisional.
Tahu Kitty ini telah beroperasi sejak 1985 lho, sobat. Saat ini, dalam sehari penjualnya harus mengolah 40-50 kg kedelai mentah untuk memenuhi permintaan para atumers ini. Berarti, tidak perlu diragukan lagi kenikmatan dari tahu ini.
Di sini, sobat sekalian tidak hanya dijajakan tahu goring, tapi juga ada ronde yang bisa membuat hangat tubuh saat musim hujan seperti ini. Enak banget deh makan ronde sambil memandang tetesan air hujan dari jendela. Hihihi....
Kalau sobat merasa bosan dengan tahu goring biasa, di tempat ini, tahu sudah memiliki banyak variasi rasa yang mampu memanjakan lidah sobat sekalian. Ada tahu popcorn, tahu mayo, dan tahu bom. Dari nama saja, sudah kebayangkan nikmat dan uniknya rasa tahu ini.
Jadi, kalau sobat mampir ke Surabaya, jangan lupa untuk mencoba rasa dari Tahu Kitty ini.
(Why News FIKOM/Shiella)