Social Icons

Facebook  Twitter  Google+ 

Selasa, 11 Maret 2014

Poster peserta KomFiest raih pujian juri.




SURABAYA (10/03)-Menjelang siang hari para mahasiswa/i Fakultas Ilmu Komunikasi terlihat semangat setelah penampilan dari Band Simple Sans di buka membawakan lagu karya Nidji Laskar Pelangi di Plaza Agustinus yang menandakan akan segera terlaksana Presentasi Poster Competition merupakan salah satu lomba yang pertama kali di adakan oleh Komunikasi Fiesta di tahun ke-3. Alasan menghadirkan lomba poster karena indutri desain grafis makin berkembang dan banyak di minati sehingga acara ini meraih antusias lebih dari para peserta yang mendaftar mencapai 17 tim berasal dari seluruh universitas di Indonesia.

Dari 17 karya poster yang terkirim telah tersisihkan 5 besar karya poster. Namun karena jumlah peserta yang banyak sehingga juri menambah jumlah peserta yang lolos babak penyisihan hingga 7 besar. Hal yang sama di utarakan “Soalnya peserta banyak dan poster yang di hasilkan bagus-bagus, maka para juri mengapresiasikan sehingga menambah jumlah peserta yang lolos hingga 7 tim” ujar Yustin selaku penanggug jawab lomba Poster Competition. Pada saat di temui salah satu juri juga menambah “Pertimbangan menambah jumlah peserta karena selisih nilai yang beda tipis dan karya mereka mampu untuk di nominasikan” ujar Deddy.

Dengan kehadiran banyaknya peserta poster competition membuat para panitia sangat bangga karena antusias mereka cukup besar dalam mengikuti lomba ini. Tidak menyangka bahwa peserta membludak dan dapat mengumpulkan para peserta dari universitas lain di Indonesia. Penilaian poster competition di tentukan dari segi eksekusi, menata layout, font, unsur yang ingin di komunikasikan dan originalitas karya.

Karya yang masuk 7 besar berasal dari  Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya terdiri 2 tim dengan judul poster “Indonesia bukan sekedar teriakan” dan “Bangga itu ketika bisa berbagi”, dari Universitas Negeri Surabaya terdiri 2 tim dengan judul “Sudah Makan” dan “Ayo bermain sehat”, Universitas Merdeka Malang terdiri 2 tim yaitu “Tanpa Batas” dan “Cita rasa nusantara” dan Universitas Negeri Jakarta terdiri 1 tim yaitu “Bangga Punya Bangsa”. Dalam babak penyisihan ini akan di dapatkan juara I dan II yang akan di umumkan pada Closing Komunikasi Fiesta pada 12 Maret 2014.

Juri yang berkesempatan untuk hadir pada presentasi ini yaitu Ramok Lakoro selaku Asosiasi Desain Grafis Indonesia, Deddy Duto Hartanto selaku Dosen DKV Universitas Kristen Petra dan Noveina S. Dugis Dosen dari Fak. Ilmu Komunikasi Unika Widya Mandala Surabaya. menurut salah satu juri hasil poster para peserta “Kualitas karya yang di hasilkan makin matang” ujar Ramok Lakoro saat di temui di Ruang Fakultas Ilmu Komunikasi.” Karena banyak poster memiliki potensi dan ide-ide yang kreatif.

Menurut salah satu peserta dari Universitas yang terjauh mengikuti poster competion ini mengungkapkan “Asik, pengen nambah pengalaman baru karena sering ikut lomba di sekitar jakarta dan yogyakarta, baru kali ini bisa sampai di surabaya” ujar Imam Buchori, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta.
Harapan dari para juri menyampaikan Komunikasi Fiesta 2014 bisa menjadi event dan menjadi link bagi media untuk meliput acara ini. Dan bisa menjadi pioner untuk eksekusi kreativitas yang kedepannya dapat mencapai target para peserta yang lebih banyak.

Setelah para peserta menampilkan hasil karya poster di hadapan juri, penampilan Simple Sans menjadi penutup acara ini dengan manis walaupun suasana mendung melingkupi suasana plaza agustinus.(Rny)


Screening Film Bareng Mas Benny



SURABAYA(11/03) - Di buka oleh MC Komunikasi Fiesta 2014 Camelia dan Maria dengan menyapa para penonton yang terdiri dari peserta lomba Desain Competition (Design Comp), Movie Festival dan para mahasiswa/i Fakultas Ilmu Komunikasi Unika Widya Mandala Surabaya.  Kemudian dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Noveina S Dugis selaku dosen Fakultas Ilmu Komunikasi.
Benny Wicaksono biasa di panggil dengan Mas Benny, memutarkan koleksi-koleksi filmnya untuk dipertontonkan kepada seluruh mahasiswa dan peserta Komunikasi Fiesta 2014. Beliau juga mempresentasikan tentang “Potensi Kamera yang Luar Biasa”. Pada slide presentasi yang pertama menunjukkan seorang sutradara Perancis yang terkenal didunia yang menjadi tokoh inspirasinya yaitu Jean Luc Godard. Kemudian di slide selanjutnya muncul kata Modern, modernitas sendiri adalah sebuah mainsate orang Barat yang sangat terobsesi dengan realitas. Obsesi akan realitas yaitu menduplikasi realitas dan membuatnya menjadi film.

Kemudian Benny Wicaksono memutarkan sebuah film “Man with A Movie Camera” karya Dziga Vertov sebutan bapak seniman sedunia. Film ini menunjukkan bagaimana karya Vertov pada jaman kamera yang masih serba manual. Beberapa karya Vertov menginspirasi  film-film seperti “What” (2001) karya Reza Afsina yang menceritakan bagaimana tehnik pengambilan gambar secara natural saat kamera lensa terbuka. Film ini juga menceritakan tubuhnya sebagai metafora dari seorang individu yang mempertanyakan dosa di setiap ajaran agama.

Setelah pemutaran film yang mengandung kekerasan, selanjutnya Mas Benny memutarkan film yang berjudul “BILAL” (2006) karya Bagasworo Aryaningtyas yang tehnik pengambilan gambarnya dengan memunculkan sosok Bagasworo sebagai punker sejati. Film ini membawa pesan kritik tentang fasisme dan kekerasan yang mengatas namakan agama. Lalu lanjut ke film “Jalan Tdak Ada Ujung” (2006) karya M. Pasha yang menampilkan fenomena disudut kota Jakarta dengan pemukiman kumuh yang sempit.

Selain itu ada beberapa film festival yang di putar seperti “Sinema Elektronik” karya Anggun Priambodo, “IQRA” karya Ari Satria D dan terakhir film “Dangdut Koplo”. Film-film yang sudah diputarkan oleh Mas Benny ini tujuannya adalah ingin menunjukkan bagaimana tehnik pengambilan gambar yang berasal dari momen yang ada disekitar kita ataupun hal-hal yang tidak terduga sekalipun dapat diabadikan. Mas Benny menyampaikan harapannya agar para mahasiswa dapat membuat karya dari film-film yang sudah diputarkannya dan mengerti potensi dari kamera itu sendiri untuk mengbadikan setiap momen. Hal itu juga di sampaikan oleh salah satu peserta Poster Competition Deden Suprayogi mahasiswa asal Universitas Negeri Surabaya di akhir acara “Merasa senang, mendapatkan pengalaman baru tentang film”. (Rny)



Senin, 10 Maret 2014

One Day Tour di Surabaya bersama KomFiest





Sidoarjo (10/3) -  Dalam perlombaan Public Relation Competition (PresCo) yang di selenggarakan oleh Fakultas Ilmu Komunikasi Unika Katolik Widya Mandala Surabaya sebelum peserta di ajak pengerjaan kasus untuk menentukan babak 5 besar, para peserta di ajak dalam perjalanan  mengunjungi perusahaan dan UKM di Surabaya dan sekitarnya. Acara ini di sebut One Day Tour merupakan rangkaian acara yang pertama dalam pelaksanaan Komunikasi Fiesta yang ke-3 kalinya.


                           
Pada perjalanan yang pertama 10 peserta lolos Public Relation Competition (PresCo)di bawa untuk menuju tempat pembuatan telor asin dan peternakan bebek di Sidoarjo, Jawa Timur. Ttiba di tempat jam 13.30 Wib, sekitar 40 menit perjalanan dari Unika Katolik Widya Mandala. Saat pertama kali tiba disambut hangat oleh Bapak Sulaiman yang merupakan pemilik dari pembuatan telor asin dan peternakan bebek, peserta PresCo diajak melihat proses pembuatan telor asin dan peternakan bebek milik Sulaiman. Di peternakan bebeknya di jelaskan bahwa mulanya telor telor bebek itu dikumpulkan lalu dibawa ke tempat pembuatan telor asin yang akan dibungkus dengan batu bata  dan garam sehingga di sebut dengan telur asin. Menurut Sulaiman, beliau sangat senang sekali tempatnya dijadikan untuk pembelajaran baru untuk mahasiswa, bagi beliau ini menjadi hal yang bukan masalah.

Awal perkembangan usaha ini tidaklah mudah tahun 1987, para bebek hewan ternakannya masih di pelihara di sawah, baru tahun 1992 Sulaiman mulai membuat lahan peternakan, namun perkembangan jaman mulai sangat sulit karena bibit itik mulai berubah. Harapan untuk Bapak Sulaiman ingin dipeluas lahanya agar dapat menjadi tempat pembelajaran dan berkembangnya bibit-bibit itik unggul.

Perjalanan One Day Tour ke-2 para peserta di boyong ke House of Sampoerna merupakan pabrik rokok terbesar di Surabaya. Setelah menempuh perjalanan dari Sidoarjo menuju Surabaya bagian utara. tiba di tempat jam 16.10 wib ditempuh dengan perjalanan selama 1 jam menggunakan bus. Saat tiba keberadaan para peserta PresCo sudah disambut oleh Tour Gaet yang memberikan penjelasan tentang sejarah berdirinya Sampoerna. PT. Sampoerna dibangun pada tahun 1913 oleh Liem Seeng Tee.


“Sangat berkesan sudah sampai di Surabaya karena ini merupakan yang pertama kalinya dan juga mendapatkan ilmu baru tentang praktek kerja yang dilakukan oleh karyawan Sampoerna ternyata mereka menggunakan tenaga manual” ujar salah satu peserta  Presco d Universitas Budi Luhur Jakarta.


Setelah puas berkeliling dan berfoto ria di House of Sampoerna kemudian para peserta di ajak untuk mengunjungi pusat oleh-oleh Pasar Genteng Kali. Para peserta bebas memboyong jajanan khas Surabaya. Kemudian peserta di antar kembali ke Unika Katolik Widya Mandala Surabaya pukul 18.30. setelah akhirnya mengikuti One Day Tour seharian penuh. Para peserta  di harapkan  mempunyai pandangan untuk perlombaan presco  dalam mengerjaan studi kasus pada 11 Maret 2014 untuk maju ke babak 5 besar.(Grt)